Label

Rabu, 31 Oktober 2012

makalah pendirian badan usaha


MAKALAH PENDIRIAN BADAN USAHA
KOPERASI SIMPAN PINJAM
Celengan Semar

DOSEN PEMBIMBING:
IBU ROHMAWATI KUSUMANINGTiAS

NAMA KELOMPOK:
1.      NINDY CAHYA                               (118694244)
2.      DIAN PUTRA RIZKY                      (118694250)
3.      ELVINNA WIWIT FM                     (118694253)
4.      M. BAGUS ANUGERAH                (118694272)





UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
FAKULTAS EKONOMI
2012

DAFTAR ISI
SAMPUL................................................................................................           i       
DAFTAR ISI..........................................................................................          ii       
SURAT PERNYATAAN TIDAK PLAGIAT......................................        iii       
1.    Latar Belakang Pendirian Badan Usaha.............................................          8      
1.1.  Visi..............................................................................................          9
1.2.  Misi..............................................................................................          9
1.3.  Strategi Pemasaran......................................................................          9
1.4.  Analisis SWOT............................................................................          9-10
2.    Hal-hal yang Perlu Dilakukan Sampai Badan Usaha Beroperasi.......          10
2.1.   Aspek Hukum.............................................................................          10
2.1.1.     Badan Usaha Koperasi Simpan Pinjam..........................          10
2.1.1.1. Status dan Motif Anggota Koperasi........................          11
2.1.1.2. Kegiatan Usaha .......................................................          11
2.1.1.3. Permodalan Koperasi...............................................          11
2.1.2.          SHU Koperasi...............................................................          12
2.1.3.          Anggoota Koperasi....................................................              12
2.2.            Hal-hal yang perlu dilakukan untuk mendirikan koperasi              15
a.       IMB.......................................................................              15
b.      Akta Pendirian Usaha beserta Anggaran Dasar (AD)         15
c.       HO ( Surat Izin Atas Gangguan)............................             15
d.      Mengisi formulir pernyataan kesanggupan
mematuhi teknis........................................................           16
3.    Analisis Ekonomis.................................................................. .......              15
3.1.   Biaya Operasional.................................................................          15
3.2.   Perkiraan laba rugi.................................................................          16
LAMPIRAN...........................................................................................          17
·         Permohonan Badan Hukum Usaha..............................................         17
·         Petikan Berita Acara ...................................................................          18
·         Akta Pendirian Koperasi .............................................................         19
·         Surat Pernyataan Kesanggupan Mematuhi Teknis .....................          33
·         Surat Izin AtasGangguan Usaha ................................................                   34
·         IMB ............................................................................................          35

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................          36  
Statement of Authorship

Saya/kami yang bertandatangan dibawah ini menyatakan bahwa makalah/tugas terlampir adalah murni hasil pekerjaan saya/kami sendiri. Tidak ada pekerjaan orang lain yang saya/kami gunakan tanpa menyebutkan sumbernya.
Materi ini tidak/belum pernah disajikan/digunakan sebagai bahan untuk makalah/tugas pada mata ajaran lain kecuali saya/kami menyatakan dengan jelas bahwa saya/kami menggunakannya.
Saya/kami memahami bahwa tugas yang saya/kami kumpulkan ini dapat diperbanyak dan atau dikomunikasikan untuk tujuan mendeteksi adanya plagiarisme.”
Nama                                 : NINDY CAHYA
NPM                                 : 118694244
Tandatangan                     :


Mata Ajaran                      : Aspek Hukum Dalam Bisnis
Judul Makalah/Tugas        : Koperasi Simpan Pinjam Celengan Semar
Tanggal                             : 21 September 2012
Dosen                                : Bu Rohmawati Kusumaningtias



Statement of Authorship

Saya/kami yang bertandatangan dibawah ini menyatakan bahwa makalah/tugas terlampir adalah murni hasil pekerjaan saya/kami sendiri. Tidak ada pekerjaan orang lain yang saya/kami gunakan tanpa menyebutkan sumbernya.
Materi ini tidak/belum pernah disajikan/digunakan sebagai bahan untuk makalah/tugas pada mata ajaran lain kecuali saya/kami menyatakan dengan jelas bahwa saya/kami menggunakannya.
Saya/kami memahami bahwa tugas yang saya/kami kumpulkan ini dapat diperbanyak dan atau dikomunikasikan untuk tujuan mendeteksi adanya plagiarisme.”
Nama                                  : DIAN PUTRA RIZKY
NPM                                 : 118694250
Tandatangan                     :


Mata Ajaran                      : Aspek Hukum Dalam Bisnis
Judul Makalah/Tugas        : Koperasi  Simpan Pinjam Celengan Semar
Tanggal                             : 21 September 2012
Dosen                                : Bu Rohmawati Kusumaningtias



Statement of Authorship

Saya/kami yang bertandatangan dibawah ini menyatakan bahwa makalah/tugas terlampir adalah murni hasil pekerjaan saya/kami sendiri. Tidak ada pekerjaan orang lain yang saya/kami gunakan tanpa menyebutkan sumbernya.
Materi ini tidak/belum pernah disajikan/digunakan sebagai bahan untuk makalah/tugas pada mata ajaran lain kecuali saya/kami menyatakan dengan jelas bahwa saya/kami menggunakannya.
Saya/kami memahami bahwa tugas yang saya/kami kumpulkan ini dapat diperbanyak dan atau dikomunikasikan untuk tujuan mendeteksi adanya plagiarisme.”
Nama                                 : ELVINNA WIWIT FM
NPM                                  : 118694253
Tandatangan                     :



Mata Ajaran                      : Aspek Hukum Dalam Bisnis
Judul Makalah/Tugas        : Koperasi Simpan pinjam Celengan Semar
Tanggal                             : 21 September 2012
Dosen                                : Bu Rohmawati Kusumaningtias



Statement of Authorship

Saya/kami yang bertandatangan dibawah ini menyatakan bahwa makalah/tugas terlampir adalah murni hasil pekerjaan saya/kami sendiri. Tidak ada pekerjaan orang lain yang saya/kami gunakan tanpa menyebutkan sumbernya.
Materi ini tidak/belum pernah disajikan/digunakan sebagai bahan untuk makalah/tugas pada mata ajaran lain kecuali saya/kami menyatakan dengan jelas bahwa saya/kami menggunakannya.
Saya/kami memahami bahwa tugas yang saya/kami kumpulkan ini dapat diperbanyak dan atau dikomunikasikan untuk tujuan mendeteksi adanya plagiarisme.”
Nama                                 : M. BAGUS ANUGERAH
NPM                                 : 118694272
Tandatangan                     :



Mata Ajaran                      : Aspek Hukum Dalam Bisnis
Judul Makalah/Tugas        : Koperasi Simpan pinjam Celengan Semar
Tanggal                             : 21 September 2012
Dosen                                : Bu Rohmawati Kusumaningtias



1.    Latar Belakang Pendirian Badan Usaha
Pertumbuhan ekonomi merupakan masalah perekonomian dalam jangka panjang, dan pertumbuhan ekonomi merupakan fenomena penting yang dialami dunia hanya dua abad belakangan ini. Seiring dengan kemajuan perekonomian yang di hadapi indonesia saat ini. Koperasi merupakan salah satu badan usaha yang sangat pesat kemajuannnya di bidang perekonomian di Indonesia. Menurut Dr. Muhammad Hatta dalam bukunya “ The Movement in Indonesia” beliau mengemukakan bahwa koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarka tolong menolong. Mereka didorong oleh keinginan memberi jasa pada kawan “ seorang buat semua dan semua buat seorang” inilah yang dinamakan Auto Aktivitas Golongan.
Undang – Undang Dasar 1945 khususnya pasal 33 ayat (1) menyatakan bahwa perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan. Selanjutnya penjelasan pasal 33 antara lain menyatakan bahwa kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan, bukan kemakmuran orang-seorang, dan bentuk usaha yang sesuai dengan itu ialah Koperasi.
Dari uraian di atas kami berinisiatif mendirikan jasa layanan simpan pinjam Koperasi Celengan Semar untuk melakukan proses simpan pinjam dengan mudah dan cepat  sehingga dapat membantu kebutuhan keuangan masyarakat Sidoarjo tanpa persyaratan yang membebankan dan bersyarat sehingga masyarakat yang menjadi anggota koperasi tidak merasa terbebani namun saling menguntungkan untuk anggotanya.
Koperasi simpan pinjam Celengan Semar juga membantu masyarakat Sidoarjo terhindar dari Kreditur – Kreditur yang memberi pinjaman bersyarat serta berbunga tinggi sehingga makin membuat anggotanya dirugikan dengan kebijakan yang dilakukan pada kreditor. Pinjaman yang dilakukan Kreditur bukan membuat peminjam dana dapat mengembangkan usaha namun malah membuat usaha masyarakat tidak dapat berjalan dengan baik karena pembayaran yang dilakukan dikenakan biaya yang cukup tinggi dan tidak sebanding dengan laba yang diperoleh sehingga keuntungan yang di dapat tidak sebanding dengan pembayaran modal yang harus dibayarkan pada kreditor.
Dengan permasalahan di atas kami berinisiatif membektuk “Koperasi Celengan Semar” yang bertujuan untuk memberikan pelayanan simpan pinjam yang lebih baik lagi untuk membantu tumbuh kembangnya perekonomian di Sidoarjo.
1.1    Visi
·  Menguasai pasar modal di wilayah Sidoarjo.


1.2    Misi
·  Berusaha semaksimal mungkin untuk memeuhi kebutuhan financial masyarakat Sidoarjo
·  Meningkatkan kualitas perekonomian di wilayah Sidoarjo.

1.3    Strategi Pemasaran
Strategi koperasi yang kami terapkan yaitu memperhatikan pertumbuhan kredit dan pelayanan yang terbaik kepada setiap anggota koperasi Celengan Semar, yang bertujuan untuk meningkatkan pembagian sisa hasil usaha kepada setiap anggota koperasi dan promosi ekonomi anggota, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja usaha yang ditunjukkan oleh meningkatnya jumlah anggota baru dan nilai tambah ekonomis.Mengikuti proposisi penting dalam manajemen strategik yang berpijak pada paradigma lingkungan-strategi-kinerja, maka strategi yang dipilih untuk menghasilkan kinerja yang baik, harus menyesuaikan dengan lingkungannya, baik eksternal maupun internal, yaitu Selalu meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan kepada setiap anggota koperasi secara ekonomis. Serta menerapkan kebijakan likuiditas yang berhati-hati demi keuntungan setiap anggota koperasi.

1.4.   Analisis SWOT
1.    Strenght
a.    Koperasi bersifat terbuka dan sukarela.
b.    Besarnya simpanan pokok dan simpanan wajib tidak memberatkan anggota.
c.    Setiap anggota koperasi memiliki hak suara yang sama, bukan berdasarkan besarnya modal
d.   Koperasi bertujuan meningkatkan kesejahteraan anggota dan bukan semata-mata mencari keuntungan.
e.    Biaya koperasi mudah di jangkau.

2.    Weakness
a.          Koperasi sulit berkembang karena modal terbatas.
b.         Kurangnya pengetahuan pengurus dalam mengelola koperasi.
c.          Kurangnya kedisiplinan para pengurus koperasi.
d.         Pengelola yang kurang kreatif dan inovatif.
e.          Lemahnya dalam pengelolaan/manajemen usaha
3.    Opportunitys
a.          Dapat menampung banyak anggota
b.         Dapat menjadi sarana untuk simpan pinjam untuk modal usaha
c.          Daya beli masyarakat tinggi.
4.    Treath
a.         Persaingan usaha yang semakin ketat.
b.         Peranan Iptek yang makin meningkat.
c.         Masih kurangnya kepercayaan untuk saling bekerjasama dengan pelaku ekonomi lain dan antar koperasi.
d.        Terbatasnya penyebaran dan penyediaan teknologi secara nasional bagi koperasi.
e.         Kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang koperasi serta kurangnya kepedulian dan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi

2.    Hal-hal yang Perlu Dilakukan Sampai Badan Usaha Beroperasi
2.1.  Aspek Hukum
Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.
 UU No. 25/1992 (pasal 1, ayat [1] ) tentang Perkoperasian
2.1.1. Badan Usaha Koperasi Simpan Pinjam
Dalam fungsinya sebagai badan usaha, maka koperasi tetap tunduk pada prinsip ekonomi perusahaan dan prinsip-prinsip dasar koperasi. Khusus yang menyangkut aspek perkoperasian, ada aspek dasar yang menjadi pertimbangan untuk mencapai tujuan koperasi sebagai badan usaha yang meliputi:

2.1.1.1  Status dan Motif anggota koperasi
Anggota koperasi adalah orang-orang atau badan hukum koperasi yang mempunyai kepentingaan ekonomi yang sama sebagai pemilik dan sekaligus pengguna jasa, berpartisipasi aktif untuk memngaembangkan usaha koperasi serta terdaftar dalam buku daftar anggota. Status anggota koperasi sebagia badan usaha adalah sebagia pemilik (owner) dan sebagai pemakai (users)
2.1.1.2   Kegiatan usaha
Untuk koperasi di Indonesia, lapangan usaha koperasi telah ditetapkan pada UU No. 25/1992, pasal 43, yaitu :
1.   Usaha koperasi adalah usaha yang berkaitan langsung dengan kepentingan anggota untuk meningkatkan bisnis dan kesejahteraannya.
2.   Kelebihan kemampuan pelayanan koperasi dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakatyang bukan anggota koperasi.Perlu digarisbawahi bahwa, yang dimaksud dengan kelebihan kemampuan disini adalah kelebihan kapasitas dana dan daya yang dimiliki oleh koperasi untuk melayani anggotanya.
3.   Koperasi menjalankan kegiatan usaha dan berperan utama disegala bidang kehidupan ekonomi rakyat.

2.1.1.3  Permodalan koperasi
Sumber permodalan koperasi berasal dari modal sendiri dan modal luar." Untuk mengembangkan permodalan koperasi dapat menghimpun dana dari modal penyertaan. Modal sendiri berasal dari anggota meliputi simpanan pokok, wajib dan simpanan sukarela.
Modal penyertaan lainnya bersumber dari : 
1. Koperasi dan anggota lainnya, 
2. Bank dan lembaga keuangan, 
3. penerbitan obligasi,dan 
4. Surat hutang . 

1.Modal Sendiri 
Modal sendiri bersumber dari simpanan Simpanan Pokok, Simpanan Wajib dan Simpanan Sukarela. Simpanan dalam koperasi merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap anggota jika ia masuk menjadi anggota koperasi. Simpanan merupakan modal awal bagi koperasi. Simpanan pokok dibayar satu kali pada saat mendaftar menjadi anggota koperasi, simpanan wajib dibayar setiap bulan, mengenai jumlah tergantung kesepakatan antara anggota dengan pengurus pada saat rapat anggota tahunan dimulai (RAT) dan simpanan sukarela dibayar sesuai dengan keinginan dan kesadaran masing-masing anggota. Simpanan pokok akan tetap tercatat dan ada dalam koperasi. Simpanan ini tidak dapat diambil kecuali keluar dari keanggotaan. Simpanan pokok akan menjadi besar, karena bertambahnya jumlah anggota koperasi sedangkan simpanan wajib dan simpanan sukarela sangat tergantung kepada kesadaran anggota. Dalam Koperasi Simpan Pinjam, karena keanggotaannya sangat heterogen sulit untuk memiliki rasa kebersamaan. Oleh sebab itu mendidik anggota agar memiliki solidaritas, kesetiakawanan sesuai dengan prinsip-prinsip koperasi itu perlu dibangun, sebab kesatuan dan persatuan dalam koperasi berakumulasi pada pengembangan modal dan usaha.

2.Modal Luar 
Modal luar koperasi simpan pinjam bersumber dari: 
1. Anggota,
2. Koperasi lain dan anggotanya, 
3. Bank dan lembaga keuangan lain, 
4. Penerbitan obligasi dan surat hutang, dan 
5. Sumber lain yang sah. 

2.1.2. SHU koperasi
Sisa hasil usaha Koperasi merupakan pendapatan Koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi dengan biaya, penyusutan , dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.

2.1.3.      Anggota Koperasi
Anggota dalam koperasi simpan pinjam adalah sebagai sumber permodalan sendiri dan sebagai peminjam. Oleh sebab itu kedudukan anggota sangat penting karena berada dalam semua subsistem keuangan mulai dari subsistem input, proses dan subsistem output. Masing-masing koperasi membuat persyaratan menjadi anggota sesuai dengan anggaran dasar pada koperasi yang bersangkutan .Keanggotaan dalam koperasi terdiri dari anggota tetap calon anggota dan anggota luar biasa. Untuk menjadi anggota tetap simpan pinjam,calon anggota dan anggota luar biasa ada persyaratan yang umum dipenuhi. Persyaratan ini salah satu cara untuk mengikat anggota dalam organisasi dan pengamanan pinjaman. Pengamatan dilapangan menunjukkan bahwa pada umumnya keanggotaan koperasi simpan pinjam sangat heterogen, secara adminstratif identitas dapat tercatat namun karena tingkat heteronitas nya cukup tinggi, sulit membina anggota mencapai tujuan organisasi dan tujuan simpan pinjam .Keadaan ini merupakan tantangan bagi koperasi KSP, SP-KUD dan SP- Kopta. Kunci keberhasilan Koperasi Kredit dalam membangun anggota yaitu mempersatukan anggota dalam lingkup pekerjaan, tempat tinggal dan perkumpulan. Oleh sebab itu KSP, USP KUD dan Kopta perlu mengadakan identifikasi terhadap anggotanya sesuai dengan pekerjaan, tempat tinggal dan perkumpulan. Dalam kesatuan kepentingan tersebut anggota diberikan pendidikan atas hak, kewajiban dan tujuan menabung dan meminjam. Melalui metode ini interaksi antar anggota akan terjadi secara alamiah dan dalam proses pembelajaran itu, setiakawan solidaritas akan terbangun.  
Sistem keuangan koperasi adalah anggota sebagai subsistem input berperan sebagai sumber permodalan dan sebagai pengguna modal yang dihimpun oleh koperasi dari modal sendiri dan modal luar yang bersumber dari Bank, Pemerintah dan pihak lain. Modal yang dihimpun dikelola oleh Organisasi yang terdiri dari pengurus, manajer, karyawan. Pengurus atau Manajer sebagai pelaku, memberikan pinjaman kepada anggota. Dari proses simpan pinjam ini terbentuk sisa hasil usaha dan kepuasan anggota. Kepuasan anggota adalah terlayaninya kebutuhan jasa keuangan bagi anggota dan pada akhirnya terjadi peiningkatan pendapatan. 
2.2.      Hal-Hal yang Perlu Dilakukan untuk Mendirikan Koperasi

a.    IMB
Surat Izin Mendirikan bangunan ini juga perlu dalam pendirian Koperasi Celengan Semar karena apabila kita akan mendirikan bangunan diatas tanah negara harus mempunyai IMB.
Berikut syarat-syarat yang harus dilengkapi ketika kita akan menguurs surat IMB adalah :
-          Surat Permohonan
-          Foto copy surat hak guna usaha
-          Foto copy KTP
-          Persetujuan tetangga disetujui lurah dan camat

b.       Akta Pendirian Usaha beserta Anggaran Dasar (AD)
Akta pendirian atau yang sering disebut sebagai akta notaris adalah syarat mutlak untuk pendirian suatu badan usaha yang diajukan kepada pengadilan Negeri setempat agar mendapat pengesahan dari Menteri Dalam Negeri.
Berikut syrat-syarat yang harus dilengkapi ketika kita akan mengurus akta pendirian usaha adalah:
-          Foto Copy penanggung jawab perusahaan
-          Foto Copy NPWP perusahaan
-          Foto Copy Domisili camat setempat
-          Izin teknis
-          Bukti sewa
-          Denah lokasi
-          Photo pendiri

c.         HO ( Surat Izin Atas Gangguan)
Surat ini merupakan bagian dari Surat Keputusan pemberian Hak Guna Usaha yang menyatakan bahwa Usaha tersebut bebas dari gangguan yang bersifat material maupun moral. Dan berikut adalah syarat-syarat yang dibutuhkan dalam kepengurusan HO adalah:
- Surat permohonan
- Foto Copy IMB sesuai fungsi usaha
- Foto Copy tanda lunas PBB tahun berjalan
- foto Copy Akta pendirian perusahaan
- Surat pernyataan tidak keberatan dari tetangga
- Surat perjanjian sewa-menyewa atau mengontrak
- Surat keterangan domisili usaha dan kelurahan yang diketahui oleh camat setempat
- Foto copy surat tanah /surat keterangan status tanah dan bangunan

Berkas-berkas tersebut masing-masing dilampiri dengan Surat Permohonan yang disahkan oleh Menteri Kehakiman diajukan di Pengadilan Negeri setempat disertai akta notaris.
d.      Mengisi formulir surat pernyataan kesanggupan mematuhi ketentuan teknis
3.            Analisis Keuangan

Laporan L/R
Koperasi Celengan Semar
31 Oktober 2012

Pendapatan :
Pendapatan Bunga .............................................................................. Rp. 30.000.000
Beban :
Beban Gaji ................................................. Rp. 5.000.000
Beban air, listrik dan telepon ..................... Rp.    200.000
Beban Alat Tulis Kantor ............................ Rp.    300.000
Beban Bunga .............................................. Rp. 8.000.000
Beban Penyusutan ...................................... Rp. 2.500.000
Beban Pajak ................................................ Rp.    500.000
Beban Sewa ................................................ Rp. 1.500.000
                                                                    _____________ +
Jumlah Beban ..............................................................................................  Rp. 18.000.000
                                                                                                                        _____________ -
Laba Bersih .................................................................................................. Rp. 12.000.000
                                             Laporan Ekuitas Pemilik
Koperasi Celengan Semar
31 Oktober 2012

Modal, pemilik koperasi, 1 Okt 2012 ........................................................... Rp. 70.000.000
Laba bersih bulan berjalan ................................................................... Rp. 12.000.000
                                                                                                                _____________ +
                                                                                                               Rp. 82.000.000
Prive ...................................................................................................... Rp. 25.000.000
                                                                                                                _____________ -
Kenaikan pada ekuitas anggota  pemilik .............................................. Rp. 57.000.000
Modal, pemilik koperasi 31 Okt 2012 ................................................ Rp. 57.000.000







Neraca
Koperasi Celengan Semar
31 Oktober 2012

Aset lancar :
Kas ...................................... Rp. 25.000.000
Piutang ...............................  Rp. 10.000.000
Alat tulis kantor .................. Rp.      500.000
Sewa dibayar dimuka ......... Rp. 34.000.000
                                              _____________ +
Jumlah aset lancar ............................................................. Rp. 69.500.000
Aset tetap :
Akm. Penyusutan ................ Rp. 2.500.000
Jumlah aset tetap ............................................................... Rp.   2.500.000
                                                                                            _____________ -
Jumlah Aset ....................................................................... Rp. 67.000.000

Kewajiban :
Utang usaha .......................... Rp. 10.000.000
Jumlah kewajiban ............................................................... Rp. 10.000.000
Ekuitas :
Modal celengan semar ........................................................ Rp. 57.000.000
                                                                                              _____________ +
Jumlah kewajiban dan ekuitas ........................................ Rp. 67.000.000



















LAMPIRAN
PERMOHONAN BADAN HUKUM

Koperasi Simpan PinjamCelengan Semar                          Sidoarjo, 21 September 2012
Geluran, Kec. Taman Sidoarjo                                               
Lampiran :       1. Akta Pendirian                                            Kepada Yth .
                        2. Berita Acara                                                            Kepala Kantor Koperasi
                        3. Anggaran Pendirian Koperasi                     Kabupaten Sidoarjo
                                                                                                            di.
                                                                                                                        Tempat


Dengan Hormat,
            Bersama ini kami mengajukan permohonan agar Koperasi kami dicatat dan diteruskan kepada Pejabat yang berwenang untuk mendapatkan pengakuan/pengesahan sebagai badan hukum.
            Sesuai dengan ketentuan Undang-undang No, 12 tahun 1967 bersama ini kami lampirkan:
-          2 (dua) rangkap Akta Pendirian, satu diantaranya bermaterai
-          1 (satu) lembar Petikan Berita Acara
-          1 (satu) lembar Neraca Permulaan
Sesuai dengan ketentuan Undang-undang No, 12 tahun 1967 tentang pokok-pokokPerkoperasian, maka kami mengharap agar dalam waktu selambat-lambatnya 6 (enam) bulan terhitung dari tanggal penerimaan surat ini oleh Saudara, Koperasi kami diakui sebagai Badan Hukum.
                                                                                                PENGURUS KOPERASI

                                                                                                 Elvinna Wiwit Firma
    KETUA                                                                                             PENULIS

(M.Bagus )                                                                                      (Nindy Cahya)





PETIKAN BERITA ACARA

Rapat pembentukan Koperasi Unit Desa
Diselenggarakan di Balai Desa
Hari senin, Tanggal 15 September
Jam : dari jam 08.00 sampai jam 14.00
Hadir dalam rapat 4 (empat) orang, yang semuanya atau 20 orang yang telah menyatakan sebagai anggota Koperasi.
Rapat telah memutuskan :
1.      Mengesahkan Anggaran Dasar Koperasi.
2.      Menunjuk orang-orang dibawah ini intuk menanda tangani Akta Pendirian
a.      Elvinna Wiwit Firma
b.      M.Bagus Anugerah
c.       Diyan Putra Rizky
d.      Nindy Cahya



3.      Memberi kuasa kepada orang-orang tersebut di atas untuk memaraf kesalahan dalam Akta Pendirian dan mengurus lebih lanjut permohonan pengesahan badan hukum kepada Pejabat yang berwenang untuk itu.
4.      Menetapkan nama dan alamat Koperasi sebagai berikut :
Nama        : Koperasi “Celengan Semar
Alamat      : Desa Geluran, Kec.Taman, Kab. Sidoarjo
                                                                                            22 September 2012
                                                                                          PENGURUS KOPERASI

                                                                                          (Elvinna Wiwit F.M)
KETUA                                                                                           PENULIS,

     (M. Bagus Anugerah)                                                                             (Nindy Cahya)


AKTA PENDIRIAN KOPERASI “Celengan Semar

Nomor:086/077/078/073/074/080

Pada hari ini, jumat tanggal 22 bulan September tahun 2012 pukul 14.00 Waktu Indonesia Barat ( WIB)

Menghadap kepada saya, Diyan Putra Rizky,SH.,M.Ak,  Notaris di Surabaya dengan dihadiri saksi-saksi yang nama-namanya akan disebut dalam akhir akta ini :

Nona Elvinna Wiwit FM  , lahir di Jombang , pada tanggal 09 Mei 1993, pekerjaan Kepala Desa “Geluran kabupaten Sidoarjo , bertempat tinggal di Sidoarjo, pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor:8677351343087 , Warga Negara Indonesia;

Para penghadap masing-masing bertindak untuk diri sendiri menerangkan:

-      Bahwa dengan tidak mengurangi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta dengan izin dari pihak yang berwenang, para penghadap sepakat dan setuju untuk mendirikan suatu Koperasi dengan Anggaran Dasar sebagai berikut:



BAB I. NAMA, TEMPAT KEDUDUKAN DAN WILAYAH KERJA
Pasal 1
1.      Koperasi bernama Koperasi Celengan semar.
2.      Koperasi terletak di Perumahan Taman Pondok Jati Block AB-20 Desa Geluran Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo.
3.      Wilayah kerja meliputi seluruh wilayah Kabupaten Sidoarjo Propinsi Jawa Timur.
BAB II. Bagian Pertama : KEANGGOTAAN
Pasal 2
1.      Anggota Koperasi Celengan Semar merupakan masyarakat yang berdomisili di seluruh wilayah Kabupaten Sidoarjo Provinsi Jawa Timur
2.      Anggota adalah warga  perorangan yang telah melunasi Simpanan Pokok Anggota sebesar Rp. 20.000,00(dua puluh ribu rupiah) dan Simpanan wajib Rp. 5.000,00 (lima ribu rupiah).
3.      Pendaftaran menjadi anggota diajukan secara tertulis / lisan oleh warga perorangan  kepada  pengurus Koperasi Celengan Semar.
4.      Permintaan menjadi anggota harus menyertakan keterangan data diri sesuai dengan  kartu tanda penduduk  yang masih berlaku.
5.      Atas Permintaan menjadi anggota tersebut seperti dalam  Pasal 2 ini,  Pengurus Koperasi Celengan Semar memberikan keputusan  dalam tenggang waktu  paling lama 3 bulan dan disampaikan  segera kepada pendaftar.
6.      Pendaftar yang diterima, dicatat dalam buku daftar anggota pengurus Koperasi Celengan Semar.
Pasal 3
Anggota wajib secara aktif  mengembangkan Koperasi Celengan Semar dengan cara:
1.      Ikut aktif di semua kegiatan unit usaha Koperasi.
2.      Menyampaikan pendapat yang dapat membangun & mengembangkan usaha koperasi .
Pasal 4
Anggota yang melupakan kewajibannya  dengan tidak membayar  simpanan wajib selama 6 bulan  dapat diberhentikan  keanggotannya oleh pengurus.
Pasal 5
1.      Keanggotaan koperasi Celengan Semar berakhir  ketika :
·         Secara tertulis  dan lisan anggota mengajukan kepada pengurus perihal pengunduran diri beserta alasannya.
·         Permintaan berhenti tersebut di putuskan oleh pengurus selambat-lambatnya  3 (tiga) bulan sejak  menerima surat  permintaan tersebut.
              Pemberhentian oleh pengurus karena tidak memenuhi syarat-sayarat  sebagai anggota dan  atau melakukan  aktivitas  yang merugikan Koperasi Celengan Semar.
              Anggota yang diberhentikan oleh pengurus kehilangan hak dan kewajibannya sejak adanya surat pemberhentian tersebut.
              Anggota yang telah diberhentikan akan memperoleh kembali semua simpanan dan haknya setelah neraca dan laporan keuangan akhir tahun disyahkan oleh anggota dengan mempertimbangkan kewajibannya kepada Koperasi Celengan Semar.
              Anggota yang telah berhenti  dan dikeluarkan oleh pengurus  dapat menjadi anggota kembali dengan mendaftarkan diri sebagai anggota baru lagi dan  membuat pernyataan  sanggup memenuhi  ketentuan  yang berlaku.
Bagian Kedua : ANGGOTA LUAR BIASA
Pasal 6
1.      Anggota luar biasa adalah warga perorangan yang berdomisili atau bertempat tinggal  diwilayah  Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2.      Anggota luar biasa adalah warga perorangan yang  telah  melunasi simpanan pokok anggota.
3.      Hak dan Kewajiban  anggota luar biasa tertuang dalam Anggaran Dasar Celengan Semar. 
4.      Permintaan menjadi anggota luar biasa diajukan secara tertulis dan diajukan kepada pengurus  Celengan Semar.
5.      Permintaan menjadi anggota luar biasa harus menyertakan data diri sesuai dengan kartu tanda penduduk yang masih  berlaku.
6.      Pengurus Celengan Semarmemberikan keputusan  dalam tenggang waktu paling lama 6 bulan dan  segera disampaikan kepada  pendaftar.
7.      Pendaftar yang diterima  dicatat dalam buku daftar anggota luar biasa Celengan Semar.
Pasal 7
1.      Rapat anggota tahunan Celengan Semar wajib diikuti oleh anggota sebagai peserta.
2.      Sifat anggota sebagai peserta rapat anggota tahunan adalah individual dan tidak dapat diwakilkan.
3.      Anggota luar biasa bisa diundang pengurus untuk mengikuti RAT.
4.      Anggota yang berhak mengikuti  RAT Celengan Semar adalah anggota yang sampai tutup buku  tahun yang berjalan telah melunasi simpanan pokok dan  simpanan wajib.
5.      Hak suara anggota dan penggunaannya diatur dalam tata tertib  RAT.
6.      Anggota mempunyai hak untuk dipilih dan memilih dalam setiap pergantian pengurus dan pengawas Celengan Semar.
7.      Setiap anggota berhak menyampiakan saran dan koreksi terhadap pengurus baik secara tertulis ataupun lisan
BAB III. KEPENGURUSAN
Pasal 8
1.      Pengurus bertindak sebagai wakil yang ditunjuk  untuk kepentingan seluruh anggota untuk menjalanakan, melakukan pengawasan dan pembinaan segala kegiatan Koperasi Celengan Semar .
  1. Pengurus Koperasi Celengan Semar terdiri dari ;
·         seorang ketua dan wakil ketua
·         seorang sekretaris
·         seorang bendahara
·         seorang Pengawas
              Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh pengurus harus dilakukan oleh rapat  pengurus  yang dihadiri semua anggota pengurus, kecuali rapat telah menetapkan :
·         Pembagian tugas
·         Memberikan wewenang  kepada 2 (dua) orang minimal untuk mewakili   pengurus.
              4. Pengurus Bertanggung  jawab Atas Aktivitas  Koperasi  Celengan Semar sesuai dengan tugas dan kewenangangnya.
Pasal 9
Proses pemilihan pengurus adalah sebagai berikut ;
1.      pemilihan pengurus dilakukan secara langsung atau formatur.
2.      tata cara pemilihan diatur dalam tata tertib rapat pemilihan pengurus.
Pemilihan secara formatur adalah sebagai berikut ;
1.      Jumlah anggota sekurang-kurangnya 5 (lima) orang dan sebanyak-banyaknya 7 (tujuh) orang yang dipilih dari kalangan pengurus demisioner dan anggota.
2.      Semua anggota formatur dipilih oleh dan dari rapat anggota.
Dalam pemilihan pengurus kembali, anggota pengurus lama yang dipertahankan sekurang-kurangnya adalah 1/3 (sepertiga).
Formatur yang tidak berhasil membentuk pengurus, dalam jangka waktu yang telah ditentukan, wajib mengembalikan mandat kepada rapat anggota  secara tertulis.
Pasal 10
1.      Selama belum terbentuk  pengurus baku, maka pengurus lama yang ada merupakan  pengurus dalam keadaan demisioner  yang berwenang melakukan  pekerjaan pengururs untuk  urusan rutin.
2.      Dalam hal formatur mengembalikan mandat maka pengurus (demisioner) segera mengadakan rapat anggpta  untuk pemilihan pengurus  selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan kemudian terhitung mulai tanggal penyerahan mandat oleh formatur.
Pasal 11
Anggota  pengurus sebelum memangku jabatanya, wajib menadatangani  surat  pernyataan yang bunyinya adalah sebagai berikut :
1.      Bahwa saya dalam menjalankan tugas dan kewajiban sebagai Pengurus Celengan Semar akan selalu berpegang teguh pada ketentuan-ketentuan dan undang-undang koperasi, anggaran dasar dan anggaran rumah tangga serta peraturan-peratuaran yang berlaku di koperasi serta melaksanakan  ketentuan tersebut dengan  sebaik-baiknya.
2.      Bahwa saya  dalam menjalankan tugas dan kewajiban sebagai pengurus  koperasi Celengan Semar akan bekerja dengan aktif, jujur, tertib sehingga kepentingan anggota Koperasi bisa terlayani dengan baik.
3.      Bahwa saya dalam menjalankan  tugas dan kewajiban sebagai pengurus Koperasi Celengan Semar akan  menjauhkan perbuatan–perbuatan yang merugikan gerakan koperasi pada umumnya dan Koperasi Celengan Semar pada khususnya.
Pasal  12
1.      Pengurus koperasi yang melakukan perbuatan tidak sesuai dengan AD/ART dapat dikenakan  sanksi  secara bertingkat dengan keputusan  rapat anggota  sebagai berikut :
·         Tahap pertama dengan  surat peringatan  1.
·         Tahap kedua dengan surat  peringatan 2.
·         Tahap ketiga dengan surat perinagatan 3.
              Dalam waktu selambat-lambatanya 3 (tiga) bulan, pemberhentian sementara harus  diakhiri dengan  dengan keputusan  rapat pengurus lengkap dalam bentuk:
·         Pemberhentian sementara dicabut atau
·         Pemberhentian sementara tetap berlaku sampai ada keputusan rapat anggota berikutnya.
              Anggota pengurus yang pemberhentian sementara dicabut, harus kembali ke kepengurusan semula kecuali  yang bersangkutan menyatakan penolakan secara tertulis.
              Anggota pengurus  yang pemberhentiannya  tidak diterima  atau disahkan oleh rapat anggota  harus  kembali  pada kepengurusan semula kecuali  yang bersangkutan menyatakan penolakan secara tertulis.
              Anggota pengurus yang pemberhentiannya disahkan oleh rapat anggota maka pengurus  tersebut  harus berhenti dari jabatannya.
Pasal 14
1.      Dalam memimpin organisaisi  dan usaha Koperasi Celengan Semar, pengurus wajib :
·         Membuat garis–garis besar kebijakan dan petunjuk pelaksanaannya dibidang  organisasi dan usaha Koperasi Celengan Semar untuk  anggotanya  yang dituangkan dalam  rencana kerja.
·         Melakukan pengawasan intern  atas  pelaksanaankan kebijakan tersebut.
              Secara Khusus,  pengurus  bertindak  atas  nama Koperasi Celengan Semar dan bertanggung jawab dalam rapat anggota atas pelaksanaan kebijakan yang telah digariskan,yang meliputi :
·         Kebijakan mengenai  penerimaan dan pemberhentian  anggota
            Bersama pengelola menentukan kebijakan tentang komite pembiayaan  sesuai dengan perkembangan  modal dan kekayaan Koperasi Celengan Semar.
              Pengelolaan Koperasi Serba Celengan Semar khususnya yang menyangkut kebutuhan dasar anggota perorangan koperasi  harus dilaksanakan secara profesional.
              Wewenang, tugas dan kewajiban, hak dan persyaratan pengangkatan serta pemberhentian  pengelola dan atau karyawan diatur dalam surat keputusan pengurus.
Pasal 15
1.      Hubungan Hukum untuk atas nama Koperasi Celengan Semar dengan pihak ketiga dilakukan oleh pengurus dan harus disampaikan kepada Rapat Pengurus Lengkap.
2.      Pengurus berkewajiban membela kepentingan Koperasi Celengan Semar baik di dalam maupun diluar pengadilan dilakukan oleh Ketua atau seorang anggota pengurus yang ditunjuk oleh ketua dan dipertanggungjawabkan kepada Rapat pengurus lengkap.
3.      Pengurus dapat menunjuk pengelola untuk mewakili Koperasi Celengan Semar untuk melakukan tindakan hukum yang dipertanggungjawabkan dalam rapat pengurus.
4.      Berkaitan dengan ayat (3) Tiga, pengurus dapat memberi wewenang kepada pengelola untuk melakukan akad pembiayaan kepada anggota.
Pasal 16
1.      Dalam usaha membina dan membimbing angota, pengurus wajib:
·         Malaksanakan dan atau membantu penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan ketrampilan, ceramah-ceramah, penerbitan perpustakaan dan lain-lain dengan berpedoman pada rencana kerja yang ditetapkan oleh rapat anggota.
·         Menghadiri undangan Koperasi / Instansi lain.
              Menghadiri Rapat Anggota Tahunan dan Rapat-rapat Anggota lainnya setelah memperoleh pemberitahuan atau undangan.
              Menyampaikan pemberitahuan dengan alasan-alasan bilamana pengurus tidak dapat menghadiri rapat-rapat anggota.
              Melakukan kunjungan kerja secara berkala ke cabang/ unit usaha lainnya.
Pasal 17
Pengurus dalam menjalankan tugasnya wajib melakukan hal-hal sebagai berikut :
1.      Mengadakan pengadministrasian setiap harta kekayaan Koperasi Celengan Semar sehingga setiap saat dapat diketahui keberadaannya.
2.      Mengambil tindakan-tindakan pencegahan untuk menyelamatkan harta kekayaan Koperasi Celengan Semar.
3.      Meminta persetujuan Pengurus atas pengalihan status pemilikan dan atau penggunaan harta kekayaan benda-benda tidak bergerak atau surat-surat berharga Koperasi Celengan Semar dan melaporkan kepada Rapat Anggota.
Pasal 18
1.      Pengeluaran yang bersifat biaya rutin telah ditetapkan dalam rencana kerja dan anggararn pendapatan dan belanja, dikeluarkan berdasarkan surat keputusan Rapat Anggota Tahunan.
2.      Dalam hal-hal yang mendesak, untuk menyelamatkan harta kekayaan Koperasi Celengan Semar pengurus lengkap dengan persetujuan pengawas dapat mengeluarkan biaya yang tidak tercantum dalam Rencana Anggara Pendapatan dan Belanja, yantg kemudian dilaporkan dalam Rapat Anggota.
3.      Uang tunai yang boleh disimpan dalam Koperasi Celengan Semar sebanyak-banyaknya 5% (Lima persen) dari asset, selebihnya harus dismpan dalam lembaga keuangan yang ditunjuk oleh pengurus, kecuali untuk kepentingan tertentu dapat lebih, atas persetujuan salah seorang ketua atau bendahara.
4.      Penandatanganan warkat penarikan uang dari Bank hanya dapat dilakukan oleh bendahara dan atau ketua pengurus.
5.      Apabila Bendahara atau Ketua Pengurus berhalangan, pengambilan uang dapat dilakukan oleh orang lain yang ditunjuk dengan surat kuasa.
6.      Kecuali belanja rutin,  pembayaran dapat dilakukan setelah disetujui oleh Bendahara dan Ketua Pengurus.
Pasal 19
Pengurus berkewajiban menyelenggarakan rapat-rapat anggota, setelah ditentukan waktu dan tempat rapat anggota, dengan ketentuan sebagai berikut:
1.      Menyampaikan pemberitahuan dan atau undangan rapat kepada anggota dalam waktu selambat-lambatnya 3 (Tiga) hari sebelumnya.
2.      Menyampaikan acara dan tata tertib rapat untuk disahkan dalam rapat anggota.
3.      Memimpin rapat-rapat dengan berpegang teguh pada tata tertib dan acara rapat.
4.      Membuat notulensi dan berita acara Rapat Anggota yang ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris.
5.      Membuat surat keputusan tentang hasil rapat untuk disampaikan kepada anggota, pengawas dan pejabat.
Pasal 20
Apabila timbul perselisihan di kalangan anggota dan atau antar koperasi, pengurus menyelesaikan dengan berpegang teguh pada asas kekeluargaan dengan cara :
1.      Mengadakan pertemuan dengan anggota yang bersangkutan guna memperoleh penyelesaian permasalahan.
2.      Dalam hal-hal yang tidak dapat dicapai kesepakatan bersama, maka para pihak menyerahkan kepada pengurus Koperasi Celengan Semar atau kepada pengadilan untuk dapat diambil keputusan.
3.      Setiap keputusan dan penyelesaian harus dibuat dalam berita acara yang ditandatangani oleh masing-masing pihak yang terlibat dalam perselisihan tersebut.
Pasal 21
Uang kehormatan pengurus ditetapkan dalam Anggaran belanja yang disahkan oleh Rapat Anggota
Pasal 22
1.      Pengangkatan karyawan atau pengelola Koperasi Celengan Semar harus mendapatkan rekomendasi dari pengurus dan diatur dalan surat keputusan pengurus.
2.      Pengangkatan karyawan Koperasi Celengan Semar dilakukan oleh pengurus dengan rekomendasi dari pengelola.
BAB IV. PENGAWAS
Pasal 23
Anggota pengawas terdiri dari :
1.      Pengawas Syariah
2.      Pengawas Manajemen
Pasal 24
Anggota Pengawas dipilih secara langsung oleh Rapat Anggota dari kalangan anggota atau oleh formatur pemilihan pengurus apabila pemilihan anggota pengawas tersebut bersamaan dengan pemilihan pengurus.
Pasal 25
Anggota pengawas sebelum memangku jabatan wajib menandatangani surat pernyataan yang isinya sebagai berikut :
1.      Bahwa saya dalam menjalankan tugas kewajiban sebagai pengawas Koperasi Celengan Semar t akan selalu berpegang teguh pada ketentuan-ketentuan dalam Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga serta peraturan-peraturan yang berlaku pada Koperasi. Dan melaksanakan ketentuan tersebut dengan jujur dan sebaik-baiknya.
2.      Bahwa saya dalam menjalankan tugas / kewajiban sebagai pengawas Koperasi Celengan Semar akan bekerja dengan rutin, tertib, cermat dan bersemangat sehingga kepentingan koperasi dan anggota-anggotanya mendapatkan pelayanan sebaik-baiknya.
3.      Bahwa saya dalam menjalankan tugas / kewajiban sebagai pengawas Celengan Semar akan menjauhkan dari perbuatan-perbuatan yang merugikan gerakan koperasi pada umumnya dan koperasi Celengan Semar serta anggota pada khususnya.
Pasal 26
1.      Ketentuan-ketentuan uang kehormatan dan atau penggantian biaya bagi anggota pengawas, ditetapkan dalam anggaran belanja yang disahkan oleh rapat anggota.
2.      Untuk kelancaran dan ketertiban pelaksanaan tugas dan kewajiban pengawas, salah seorang diantaranya menjadi koordinator yang ditetapkan dalam rapat pengawas.
Pasal 27
1.      Dalam hal anggota pengawas tidak lagi memenuhi ketentuan-ketentuan diatas, diberhentikan sebagai anggota pengawas.
2.      Dalam hal pengawas melanggar anggaran dasar, atas permintaan pengurus rapat anggota dapat memberhentikan anggota pengawas yang bersangkutam.
3.      Tata tertib pembelaan diri oleh pengurus juga berlaku juga untuk pengawas.
BAB V. PENGELOLA
PASAL 28
1.      Pengelola adalah pelaksana profesioanl usaha yang ditunjuk untuk  mengelola dan mengembangkan aset-aset Koperasi Celengan Semar .
2.      pengelola  melaksanakan semua kebijakan pengurus dan bertanggung jawab kepada pengurus.
3.      pengelola mendapat imbalan jasa dalam bentuk gaji  bulanan  yang ditentukan oleh pengurus.
4.      pengelola mendapatkan bonus SHU dan THR sesuai dengan  kinerjanya dan ditentukan oleh pengurus.
Pasal 29. UNIT USAHA
Unit usaha Koperasi Celengan Semar Tiga Unit Usaha meliputi :
1.      Simpan-Pinjam
2.      Sosial
3.      Sektor Riil
Pasal 30. PENGEMBANGAN USAHA
1.      Celengan Semar dapat membuka cabang / perwakilan dan atau usaha lain atas persetujuan dalam keputusan Rapat Anggota.
2.      kantor cabang / perwakilan dan atau usaha lain merupakan bagian yang tidak terpisahkan baik menajemen, kebijakan maupun tujuan usaha yang semuanya atas satu pengendalian dari kantor pusat Koperasi V
Pasal 31.
PENGELOLAAN CABANG / PERWAKILAN DAN USAHA LAIN
1.      Cabang dan atau usaha lain dikepalai oleh seorang Kepala Cabang yang membawahi beberapa keryawan sesuai dengan kebutuhan.
2.      Kepala Cabang dan atau usaha lain di bawah kendali Manager.
3.      Kepala Cabang diangkat dan diberhentikan atas persetujuan pengurus.
4.      Kepala Cabang dan atau usaha lain harus mentaati segala peraturan dan ketentuan lainnya yang berlaku dalam Koperasi Celengan Semar
5.      Manajemen dan Kebijakan kantor Cabang dan Usaha lain merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari manajemen kantor pusat.
Pasal 32
Hak dan Wewenang Kepala Cabang antara lain:
1.      Memimpin pengelolaan usaha dan mengkoordinasikan tugas karyawan.
2.      Mengembangkan usaha dan peningkatan kemampuan karyawan.
3.      Mengadakan hubungan kerja dengan pihak lain.
4.      Mengusahakan sumber pembiayaan untuk pengembangan usaha.
5.      Memperoleh penghasilan berdasarkan prestasi kerja dalam menjalankan usaha.
Pasal 33
Tugas dan tanggungjawab Kepala Cabang dan atau usaha lain :
1.      Menyusun rencana kerja, anggaran pendapatan dan belanja.
2.      Melayani anggota dan atau masyarakat pada umumnya yang membutuhkan jasanya.
3.      Menyusun pembagian tugas para karyawan.
4.      Menyusun Neraca, Laporan Keuangan dan Perhitungan Laba Rugi.
5.      Menyusun Laporan berkala tahunan, mengenai perkembangan usahanya kepada pengurus.
BAB VI. RAPAT-RAPAT
Pasal 34
Rapat Anggota Koperasi Celengan Semar diselenggarakan sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun.
Pasal 35
1.      Rapat Pengurus dan pengelola diadakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali sebulan.
2.      Rapat bersama antara Pengurus, Pengelola dan Pengawas sekurang-kurangnya 6 (Enam) bulan sekali.
Pasal 36
Rapat anggota Luar Biasa diadakan apabila:
1.      Karena ketentuan undang-undang.
2.      Keadaan Negara atau adanya ketentuan penguasa yang tidak memungkinkan diadakan rapat anggota sebagaimana mestinya.
3.      Keadaan setempat tidak memungkinkan anggota rapat dapat menghadiri Rapat Anggota.
4.      Anggota menilai pengurus telah melakukan kegiatan yang bertentangan dengan kepentingan koperasi dan menimbulkan kerugian.
5.      Pengurus memandang perlu untuk kepentingan Organisasi dan atau Koperasi Celengan Semar.
BAB VII. PERMODALAN
Pasal 37
Untuk memenuhi kebutuhan anggota Koperasi Celengan Semar, dapat bekerjasama dengan anggota dalam bentuk:
1.      Penyertaan Modal Anggota pada unit usaha Koperasi Celengan Semar.
2.      Penyertaan Modal Koperasi Celengan Semar pada usaha-usaha anggota.
Pasal 38
1.      Dalam usaha ekonomi yang ada kaitannya dengan kebutuhan anggota koperasi, Koperasi Celengan Semar dapat mengadakan kerjasama dengan pihak ketiga dalam bentuk sebagai berikut:
2.      Dalam hal terdapat kelebihan kemampuan pelayanan kepada anggota, koperasi dapat membuka peluang usaha dengan non anggota.
3.      Kerjasama tersebut dapat dilakukan dan dipertanggungjawabkan dalam Rapat Anggota.
4.      Usaha Patungan
5.      Penyertaan Modal
Pasal 39
Kerjasama sesuai dengan pasal 38 diatur sedemikian rupa sehingga tidak mengorbankan asas dan prinsip-prinsip Koperasi Celengan Semar.
Pasal 40
1.      Simpanan-simpanan anggota pada Koperasi Celengan Semar terdiri :
·         Simpanan Pokok
·         Simpanan Wajib
·         Simpanan Istimewa
·         Simpanan Suka Rela
·         Simpanan Amanah
·         Simpanan Mudharabah
·         Simpanan Pendidikan
·         Simpanan Qurban / Aqiqah
·         Simpanan Walimah
·         Simpanan Isul Fitri
·         Simpanan Haji
·         Simpanan Wadia Dhomanah
·         Simpanan Berjangka, dan
·         Simpanan lain sesuai dengan perkembangan Koperasi.
              Simpanan Pokok harus dipenuhi dalam waktu selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah mendaftar.
              Anggota Koperasi Celengan Semar wajib membayar Simpanan Wajib Bulanan yang besarnya ditetapkan oleh Rapat Anggota dan dibayarkan pada setiap bulan atau sekaligus dalam 1 (satu) tahun.
Pasal 41
1.      Pengikatan pinjaman pada pihak ke-3 dilakukan berdasarkan keputusan Rapat Pengurus Lengkap dengan persetujuan pengawas dan dilaporkan ke Rapat Anggota.
2.      Penggunaan pinjaman-pinjaman tersebut dilakukan oleh pengurus untuk pembiayaan usaha Koperasi Celengan Semar berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi Celengan Semar
BAB VIII. SISA HASIL USAHA
Pasal 42
1.      Pembagian bagian Sisa Hasil Usaha kepada masing-masing anggota dilakukan setelah perhitungan dengan kewajiban-kewajibannya kepada Koperasi Celengan Semar.
2.      Pendapatan bersih dari Sisa Hasil Usaha tersebut dibagikan untuk:
·         30% Untuk Cadangan
·         30% Untuk Anggota
·         20% Untuk Pengurus
·         5 % Untuk Pendidikan
·         10 % Untuk Pengelola
·         5 % Untuk Dana Sosial
BAB IX. Bagian pertama : KERJASAMA ANTAR BMT
Pasal 43
1.      Dua BMT atau lebih dapat bekerjasama untuk meningkatkan kinerja bersama.
2.      kerjasama  dilaksanakan atas dasar salaing menguntungkan dengan prinsisp keterbukaan dan dilandasai oleh kebersamaan secara Ukhuwah  islamiyah.
3.      Ikatan kerjasama dapat berbentuk  sindikasi dan penggabungan usaha.
4.      Hak dan kewajiban dalam Kerjasama didasarkan pada kesepakatan tentang ;
·         Kepengurusan
·         Hak dan kewajiban
·         Permodalan
·         Bagi hasil
·         Pertanggungjawaban
Bagian Kedua : Penggabungan BMT
Pasal 44
1.      dua atau lebih BMT dapat melakukan penggabungan  menjadi 1(satu BMT dalam rangka memperkuat dan mengembangkan BMT.
2.      penggabungan didasarkan pada keputusan rapat anggota masing-masing BMT yang dihadiri minimal 2/3 jumlah anggota dan disetujui sekurang-kurangnya 50 % lebih 1(satu) dari anggota yang hadir.
3.      rapat seperti tersebut pada ayat 2  mimilih sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang dan sebanyak-banyaknya 5(lima) orang wakil  yang akan duduk sebagai anggota tim penggabungan BMT.
4.      Tim penggabungan merumuskan :
·         kepemilikan modal dan kekayaan.
·         kepengurusan.
·         ketentuan pengelolaan.
·         AD/ART.
·         aturan-aturan yang diperlukan.
·         Usaha –usaha.
·         hutang piutang.
·         hal lain yang dianggap perlu.
BAB X. PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA
Pasal 45
1.      Perubahan anggaran Rumah tangga hanya dapat dilakukan oleh Rapat anggota yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) dari jumlah anggota pendiri  dan diputuskan oleh 50% lebih 19satu) dari  yang hadir.
2.      Perubahan  terhadap ART dapat dibicarakan dalam rapat anggota atas usul pengurus atau sekurang-kurnagnya  50 % dari anggota pendiri.
3.      Hasil amandemen/ perubahan  terhadap ART didokumentasikan oleh pengurus.
BAB XI. PENUTUP
Pasal 46
Perubahan Anggaran Rumah Tangga ini hanya dapat dilakukan oleh Rapat Anggota berdasarkan keputusan setidak-tidaknya 2/3 (dua per tiga) dari jumlah Anggota yang hadir dan mempunyai hak suara dalam Rapat Anggota Tahunan atau rapat khusus yang diadakan untuk itu.
Pasal 47
Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan diatur dalam Peraturan–peraturan lainnya. 
Pasal 48
1.      Anggaran Rumah Tangga ini disetujui dan disahkan oleh Rapat Anggota Koperasi Celengan Semar pada tanggal dua puluh empat bulan Januari tahun dua ribu tujuh
2.      Akta Anggaran Rumah Tangga  ini ditandatangani oleh kami yang diberi kuasa oleh Rapat Anggota pada Tanggal dua puluh empat bulan Januari tahun dua ribu tujuh, di Taman Pondok Jati, Geluran, Taman, Sidoarjo.








LAMPIRAN























LAMPIRAN
























LAMPIRAN
S U R A T  -  I J I N
--------------------------
 Nomor :  655 Tahun 2005
TENTANG
IJIN BANGUN-BANGUNAN
IMB
Dasar               :   a.   Surat  permohonan   Ijin   Mendirikan   Bangunan    saudara     tanggal  28 Januari 2005 kami terima tanggal  28 Maret 2005.
                              b    Ketentuan-ketentuan dalam peraturan-peraturan yang berlaku di  Propinsi Jawa Timur tentang Bangun-bangunan.
                              c.   Berita Acara Pemeriksaan dari Tim Ijin Mendirikan Bangun-bangunan Kota  Sidoarjo tanggal..29 Maret 2005….Nomor : 640/3011/TKB.


M E N G I J I N K A N


Kepada            :  
Nama               :   IDA BAGUS RAI AFIARA PUTRA
Alamat            :   Taman Pondok Jati
Untuk               :   Mendirikan Bangunan KOPERASI SIMPAN PINJAM seluas 81,45 M2
                              diatas tanah…..…Hak milik sesuai dengan Sertifikat No. 5481, tanggal 14 Juli 2003 seluas 248 M2 atas nama I Ketut Putra Cahyadi, SPPT. No. 51.71.020.013.003-0083.0 atas nama Pemaksan PR Maspahit, Akta Jual Beli No. 14/2005 tanggal 17 Pebruari 2005 dari I Ketut Putra Cahyadi kepada Ida Bagus Rai Afiara Putra seluas 248 M2 disahkan Notaris Anak Agung Sagung Primahayuni, SH. …………………………………….……..
                              terletak : Taman Pondok Jati, Sidoarjo
Demikian surat Ijin Mendirikan Bangunan ( IMB ) ini dibuat untuk dapat dipergunakan dimana perlu dan apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan/kesalahan dalam surat IMB ini akan ditinjau/dirubah kembali sebagaimana mestinya.
Dikeluarkan di : Sidoarjo
Pada tanggal    :  13 Mei 2005
An  WALIKOTA SIDOARJO
KEPALA DINAS TATA KOTA DAN BANGUNAN/ PJ. PENATA SEMPADAN
KOTA SIDOARJO,




IR. I.G.B.A SUTEDJA, MM.
Pembina Tk. I
NIP. 600004995

DAFTAR PUSTAKA
·         Koperasi Simpan Pinjam Kita Sejahtera
·         Download Formulir
·         Handayani, Safitri. Semarang 2007
·         Google.co.id






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar